Bimbingan Teknis Pendampingan PerhitunganPemulihan Kebutuhan Pasca Bencana Relawan Destana di Desa Rintik

  • Apr 22, 2026
  • FDL Admin Desa Rintik

Rintik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Provinsi Kalimantan Timur) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Penghitungan Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bagi Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Rintik, pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Rintik.

Kegiatan ini diikuti oleh Relawan Destana serta unsur aparatur Desa dan BPD Rintik, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dalam penanggulangan bencana, khususnya pada tahap pascabencana.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rintik menekankan pentingnya peran relawan untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan setelah terjadinya bencana, termasuk dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Andik Wahyudi, ST., MM., MT. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran dan komitmen relawan Desa Rintik dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di tingkat desa.

Materi pertama disampaikan oleh I Wayan Prajna Satya Dharma, ST., ME. yang membahas dasar dan sistem penanggulangan bencana. Dalam pemaparannya dijelaskan konsep dasar bencana, jenis-jenis bencana (alam, non-alam, dan sosial), serta perubahan paradigma penanggulangan bencana dari pendekatan konvensional menuju Pengurangan Risiko Bencana (PRB), yang meliputi tiga tahapan utama yaitu pra bencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Rifan Sa’dil Burhani, ST. (Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Provinsi Kalimantan Timur) yang membahas secara teknis terkait JITUPASNA. Dijelaskan bahwa JITUPASNA merupakan proses pengumpulan dan analisis data untuk mengidentifikasi kerusakan, kerugian, serta kebutuhan pemulihan sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai alur JITUPASNA, mulai dari pengumpulan data lapangan, verifikasi dan validasi data, analisis kerusakan dan kerugian, hingga penyusunan kebutuhan pemulihan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik dan simulasi. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan latihan penghitungan kerusakan, kerugian, dan kebutuhan pascabencana berdasarkan studi kasus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman praktis serta kesiapan relawan dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Di akhir kegiatan, disampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menambah  keilmuan yang diperoleh dalam mendukung penanganan bencana di tingkat desa, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten hingga provinsi.

Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi dan bingkisan kepada peserta, termasuk produk UMKM lokal Desa Rintik sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

#PemdesRintik #DesaRintik #Destana #BPBD #SiagaBencana #Babulu #PPU