Rembuk Stunting 2026, Perkuat Peran Keluarga dan Lingkungan RT

  • Jan 27, 2026
  • FDL Admin Desa Rintik

Rintik – Pemerintah Desa Rintik melalui Rumah Desa Sehat (RDS) Desa Rintik melaksanakan Rembuk Stunting Tahun 2026 dengan tema “Ilmu dan Dukungan Keluarga Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Stunting pada Keluarga”, bertempat di Aula Kantor Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (27/01/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Rintik beserta perangkat desa, BPD, Ketua RT se-Desa Rintik, kader Posyandu, anggota RDS, pengurus dan anggota PKK, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga balita dengan status gizi bermasalah, sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Desa Rintik.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rintik menekankan pentingnya peran Ketua RT dalam membangun kerja sama di lingkungan masing-masing untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Kepala Desa berharap seluruh RT dapat berkontribusi aktif, mengikuti paparan narasumber dengan seksama, serta tetap semangat dalam menekan angka stunting di Desa Rintik.

Rembuk stunting ini menghadirkan narasumber lintas sektor, yaitu Rianda Pebrina Kristina (Ahli Gizi), Maya Yuniasari, S.Ikom (Penyuluh Keluarga Berencana), Harliansyah, S.Pd., M.M.Pd. (Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kesejahteraan Sosial), serta Ari Sandi, S.Si (Pendamping Desa Pemberdayaan/PDP P3MD Kecamatan Babulu).

Rianda Pebrina Kristina, selaku Ahli Gizi, menyampaikan materi mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita. Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data dari UPT Puskesmas, angka stunting di Desa Rintik mengalami kenaikan beberapa persen, namun masih berada di bawah angka rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang telah dilakukan tetap memberikan dampak positif dan perlu terus diperkuat agar tren ke depan dapat kembali menurun.

Selanjutnya, Maya Yuniasari, S.Ikom, memaparkan materi terkait definisi dan gejala stunting, pengaruh sanitasi lingkungan yang buruk, serta pentingnya penerapan 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi ibu hamil dan baduta. Selain itu, disampaikan pula pentingnya konsumsi tablet tambah darah, upaya pencegahan sejak remaja seperti menghindari kebiasaan merokok, serta pembatasan konsumsi makanan cepat saji atau junk food.

Sementara itu, Harliansyah, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan materi tentang Pra Musrenbang Tematik Stunting Desa, yang menjelaskan pentingnya rembuk stunting sebagai wadah untuk menginventarisasi permasalahan dan kebutuhan masyarakat, menghimpun usulan kegiatan pembangunan, serta menyusun skala prioritas program desa, khususnya yang berkaitan dengan dukungan infrastruktur, layanan dasar, dan pemenuhan gizi.

Ari Sandi, S.Si, selaku Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP P3MD), menjelaskan peran pendamping desa dalam mengawal percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui sinergi lintas sektor.

Berdasarkan data UPT Puskesmas, meskipun terdapat kenaikan angka stunting di Desa Rintik, persentasenya masih berada di bawah angka nasional. Hal ini menjadi harapan bersama agar ke depan upaya pencegahan stunting dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, RT, kader, dan masyarakat. Rembuk stunting ini dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan dan keluarga di masing-masing RT.

#PemdesRintik #RembukStunting2026 #RDSDesaRintik #CegahStunting #DesaSehat #Babulu #PPU #KeluargaSehat #Posyandu #PKK