Pemerintah Desa Rintik Ikuti Tahap Kedua Bimtek dan Studi Lapangan Sekolah Inovasi Desa

  • Nov 10, 2025
  • FDL Admin Desa Rintik

Yogyakarta - Pemerintah Desa Rintik mengikuti kegiatan Sekolah Inovasi Desa tahap kedua, berupa pelatihan/bimbingan teknis dan studi lapangan yang diikuti oleh 98 peserta dari desa-desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) (27/10/2025)

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Bimtek Sekolah Inovasi Desa tahap pertama yang sebelumnya telah dilaksanakan di Hotel Qubika, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PPU bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan hari pertama berlangsung di Ballroom Hotel Saphir Yogyakarta, diawali penyampaian materi oleh Prof. Agus Heruanto Hadna dengan tema “Kepemimpinan untuk Inovasi di Aras Lokal.”

Dalam pemaparannya, Prof. Agus menjelaskan bahwa tujuan dari program Sekolah Inovasi Desa adalah mendorong setiap desa memiliki satu inovasi unggulan, melalui program bertema “Satu Inovasi Satu Desa.” Beliau menekankan bahwa inovasi desa harus lahir dari kepemimpinan kepala desa yang berjiwa wirausaha, proaktif, dan memiliki keberanian mengambil langkah nyata untuk kemajuan masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi besar desa-desa di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) agar menjadi desa-desa inovatif yang dapat dijadikan tujuan studi banding nasional.

Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Bupati PPU, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci pembangunan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Company Talks dari tiga lembaga dan perusahaan mitra inovasi, yaitu Borneo Tirta Nusantara, Inakaz Citraniaga Internasional, dan PT Surya Dita Raya (Biosiklus), yang membahas pengelolaan air, digitalisasi layanan desa, serta pengelolaan sampah berbasis circular economy.
Kemudian, peserta mendapatkan materi praktik baik dari Desa Panggungharjo dan Desa Karangrejo Borobudur yang telah sukses mengelola BUMDes hingga menghasilkan miliaran rupiah per tahun.

Dilanjutkan sesi diskusi kelompok, dengan desanya masing-masing yang selaras dengan arah pengembangan potensi lokal desa yang telah disampaikan pada presentasi sebelumnya di ruang Bupati PPU.

Pada hari kedua, peserta melaksanakan studi lapangan ke Desa Sambak, peserta belajar dari BUMDes Kartadesa, yang sukses mengembangkan unit usaha seperti pembibitan kopi robusta hingga produk akhir olahan lokal yaitu kopi robustanya. Desa ini juga dikenal sebagai penerima berbagai penghargaan nasional, seperti Desa Brilian, Desa Megawati Awards, dan Desa Inovasi.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Karangrejo, Borobudur, yang kini telah berkembang menjadi Desa Wisata Destinasi dengan ikon Punduk Stumbu dan Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Desa ini berhasil menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan PADes hingga 400 juta rupiah per tahun melalui sektor pariwisata dan homestay.

Kegiatan di Desa Karangrejo dibuka oleh Asisten I, Pemkab PPU, Bapak Nicho, yang memberikan arahan kepada para kepala desa untuk memperdalam pemahaman dalam mengembangkan potensi destinasi wisata desa. Beliau juga menyampaikan bahwa Pemkab PPU siap mendukung tindak lanjut kegiatan studi lapangan melalui fasilitasi dan surat tugas resmi dari Bupati.

Melalui kegiatan Sekolah Inovasi Desa tahap kedua ini, Peserta banyak memperoleh banyak wawasan, inspirasi, dan jejaring kerja baru untuk memperkuat inovasi desa. Program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Penajam Paser Utara dan kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

#PemdesRintik #SekolahInovasiDesa #KabupatenPPU #IKN